Diluar dugaan, ribuan aremania masih setia alias loyal dengan Tim Arema dari Kubu Rendra Kresna. Dalam laga uji coba Kamis (3/11/2011) siang ini, skuad Singo Edan meladeni tamunya, Persija Jakarta Kubu Ferry Paulus (FP). Nasib Arema dan Persija menuai polemik atas dua kubu kepemimpinan.
Dua tim besar ini, harus pecah jadi dua akibat semrawutnya induk organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia, PSSI. Uji coba mempertemukan dua tim, berlangsung sengit. Diatas rumput Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Arema dan Persija, sama-sama memainkan teknik sepakbola menyerang. Tak ayal, hiburan ditengah jeda kompetisi dan kesemrawutan jadwal tanding yang tak pasti, menjadikan tontonan menarik ribuan aremania.
“Antusias aremania sangat besar. Ditengah konflik internal, saya rasa aremania tidak terpengaruh dengan kubu-kubuan,” ucap Sutrisno, penonton setia tim Arema, Kamis (3/11/2011) sore.
Sementara itu, pantauan di Stadion Kanjuruhan, perwakilan Aremania sambil membentangkan spanduk warna biru, mengecam keberadaan Arema Kubu M Nur. Sambil berkeliling stadion dengan tulisan M Nur pun diharamkan menginjak Bumi Arema.
Penonton yang menyaksikan jalannya laga uji coba pun bertepuk tangan. Mereka, terlihat antusias menyaksikan laga tim dari Arema kubu Rendra Kresna saat spanduk mengecam M Nur dibentangkan. Meski laga uji coba dipungut tiket masuk dibawah standar harga karcis resmi, antusias tinggi penggila bola Malang Raya, masih berharap Tim Arema menjadi klub yang disegani ditengah konflik dualisme kepemimpinannya.
Terpisah, Totok Kacong selaku Aremania yang menyaksikan laga uji coba mengungkapkan, pada intinya, aremania tetap solid dan tidak terpecah belah. “Aremania tidak ingin ada perpecahan. Aremania, tetap mendukung sepakbola resmi dalam koridor yang dipantau FIFA saja,” tegasnya.[yog/tedberitajatim]